Disini, aku tidak menunggu nanti.
Meski dengan ada ataupun tidak adanya jarak aku tetap tak akan beranjak,
detik ini, aku tak akan lagi menunggu nanti.
Satu malam minggu,
sebelum kamu kembali merentangkan peluk sepanjang 200 kilometer.
Hingga aku tak lagi tahu dimana ujung tanganmu bertumpu.
Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Aku sedia tak beranjak, mengabaikan jarak.
Tak jemu, walau tidak bertemu.
Walau aku dan bahkan setiap centi rambutku ingin kamu pulang,
aku tetaplah seorang pemalas yang tak memiliki sedikitpun keinginan untuk melupakan aromamu.
Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Kendati senja memuram,
karena mungkin semburat matahari berpindah ke mukaku.
Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Meski menanti tidak pernah sederhana.
Pun setia, tidak semuanya bisa.
Tapi tanpa kau minta, aku ingin melakukannya.
Mengapa aku harus ingin pergi jika kau adalah tempat ternyaman?
Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Tidak juga ingin bergegas,
karena tempat di sebelahmu tidak pernah membuatku merasa cemas.
Disini, aku berumah di hatimu.
Aku tidak menunggu nanti, karena di dalam sini, adalah ibu dari semua rasa bermuara.
Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Karena kapan saja, pun setiap saat,
kamu selalu membuatku jatuh cinta.
Disini, aku tidak menunggu nanti.
Diposting oleh Fairuz di 03.18 0 komentar
Kerikil-kerikil Kecil (yang Membuat Kakiku Berdarah)
Karena aku mengenalmu lebih dari hitungan hari.
Ah, Sayang.
Aku tidak ingin menyerah pada rindu, dan membiarkan waktu menertawakanku.
erat, tapi tidak mencengkram.
Ringan, tapi tidak mungkin terlepas :)
Diposting oleh Fairuz di 05.46 0 komentar
Flashbacccck ♥
Hai, Blog! Mau cerita sedikit, waktu hari Sabtu 2 minggu ke belakang, waktu pelajaran Sejarah.. di sekolah kan materinya lagi bagian Pergerakan Nasional. Dan pas mau ngebahas soal ini, tiba-tiba aja Pak Dida, guru sejarah aku, cerita tentang bagaimana terjadinya pergerakan nasional itu pake dianalogikan dengan cerita tentang.... aku sama si Pacar, gitu loh :|
Jadi Pak Dida cerita gini awalnya, "Awalnya, seperti hubungan dua orang.. hubungan itu ada karena timbulnya rasa sayang, yang bisa saja muncul karena hobi yang sama. Contohnya, dalam bidang fotografi. Ada 2 orang yang suka fotografi, bisa tiba-tiba muncul perasaan..." disini, Pak Dida ngelirik ngeselin, tapi aku masih stay cool, gak ngeuh. "...ini cuma misalnya, ya! Cerita di bawah ini andaikata ada kesamaan nama, itu hanya karangan belaka! Jadi ceritanya, si perempuannya bernama Fairuz."
Dan Pak Dida nunjuk aku aja gitu loh, yang emang Pak Dida sering manggil aku Fairuz gara-gara itu nama di kostim basket aku x_x Aku langsung ngakak, Pak Dida malah ngatain gak boleh GR.
"...eh ini cuma misalnya! Jadi si Fairuz ini kan bareng di fotografi sama si laki-lakinya, sebut aja inisial I..." kata Pak Dida.
Dan tiba-tiba ada yang nyeletuk aja gitu, "Iman Pak!"
Glek.
Pak Dida ketawa-ketawa girang, "Jadi Fairuz sama I ini bareng-bareng di fotografi... sampai akhirnya timbul perasaan sayang..."
*accidentally keselek*
"Suka sepedahan juga, Pak!" Ini gak tau siapa yang nyeletuk. Ngomporin abis.
...dan akhirnya pelajaran Sejarah hari itu dipake buat mendzolimi si Fairuz. Asem, Pak Dida. Tapi emang konyol juga, ini kenapa guru-guru jadi ngeuh sama relationship aku sama si Pacar. Sering kalo papasan sama beberapa guru, dibilang, "Faradiman." Plus plus tukang jajan di food court se-mu-a-nya, kalo aku jajan ke belakang mesti aja nanyain tentang si Pacar. Ya sudah, di mata orang-orang, Faradita itu ya... Iman. Ah, semoga aja mereka semua nantinya jadi saksi gimana kita sama-sama iya :"]
Well, jadi pengen flashback juga. Iya sih, pertama ketemu sama si Pacar, ya selama aku masuk di Lensa Smandatas. Kalau kenal, dari pas sebelum masuk SMA juga udah kenal, tapi cuma sekedar pernah chat di Facebook doang. Dulu lucu gitu, masih inget aku pernah ngobrol aja sama dia waktu MOPD, waktu di podium pas kumpulan Lensa, SMS-SMS singkat, YM yang gak begitu penting tapi memorable, gak tau kenapa masih aku inget aja. Ya gitu lah, sampai akhirnya dulu banget, aku pernah punya feeling, "...kok kayaknya suatu saat aku bakalan ada 'something' sama orang ini, ya..." dan ternyata bener, dia jadi Pacar aku. Entah juga kenapa waktu itu pernah ada feeling kayak gitu.
Pertama kali ngobrol face-to-face pas MOPD, waktu pembagian kelas. Inget sebelumnya aku cerita di YM gitu, "Ini gugus MOPD gak nyaman orang-orangnya, ntar pembagian kelas diacak lagi gak sih a?" gak tau juga gimana awalnya bisa punya YM dia, bisa YMan juga, lupa :_))
Dan pas pembagian kelas.... TARAAA! Kebagian kelas bagus, sama temen-temen SMP. Abis itu papasan sama si Pacar, rada salting. Sampe dia nanya, "Gimana? Kelasnya bagus gak?"
Itu, kalimat, pertama. "Bagus a! Hehe."
Ah, lucu kalo diinget-inget :")
Grow old with me, Love. Will you? :")
Diposting oleh Fairuz di 03.59 0 komentar
Pipu :"3
Diposting oleh Fairuz di 04.03 0 komentar
(untitled)
Bahwa cinta itu senyawa-senyawa yang menjadikan kita se-nyawa.
Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa kamu itu kunang-kunang?
Ya, kamu adalah kunang-kunang.
Dalam gelap kamu benderang,
dalam pejaman mataku kamu terang.
Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa angin itu nafasku?
Karena acapkali kamu merasa semilir angin itu menghembus rindu,
ya, itu nafasku.
Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa cinta itu kamu?
Karena jika cinta itu kamu,
aku ingin mencinta cinta.
Diposting oleh Fairuz di 06.00 0 komentar
Sejak Kapan Cinta...
Karena sebagian dari bagian diriku yang meresap pilu, pun ia merapal rindu.
Diposting oleh Fairuz di 03.39 0 komentar
My other half.
If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now, we’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with,
and I wish that you could be the one I die with,
and I pray in you’re the one I build my home with...
I hope I love you all my life...
(Daniel Beddingfield - If You're Not The One)
Diposting oleh Fairuz di 05.50 0 komentar
