Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Sesekali Lupa

Jumat, 13 Juli 2012 Label: ,



Picture from this site.

Boleh kan, aku sesekali lupa?
Lupa pada luka yang pernah kamu simpan begitu dalamnya.
Lupa pada bagian diriku yang pernah berusaha membencimu begitu rupa.

Tak apa, kau bilang. 
Terkadang dua orang yang pernah bersama memang selalu saling ingat.
Saling ingat untuk saling melupakan, dan melihat siapa yang terlihat paling kuat. 

Seperti aku, seperti kamu.

Tapi boleh kan, aku sesekali lupa?
Aku ingin memelukmu tanpa mengingat kamu pernah memalsukan sayang dengan kehangatan yang sama.
Aku ingin menggenggam tanganmu tanpa mengingat kamu pernah menggenggam harapan semu untukku dengan tangan yang sama.
Aku ingin tertidur di pundakmu tanpa mengingat kamu pernah menyandarkan semua beban padaku dengan kekuatan yang sama.

Aku ingin ingat kamu pernah menjadi tempat ternyaman untuk aku tinggal.
Karena kamu adalah apa yang pernah, masih, dan selalu.

Hanya saja selalu ada aroma kenangan yang menyengat ketika kita bersama dalam diam. 
sudah, yang pergi tak perlu kembali. luka yang pulih tak usah memerih, meskipun ia boleh memilih.  

Dinding luka ini seolah menebal setiap aku merasa semakin menginginkanmu. 
Seolah melarangku menyusup semakin jauh,
karena sejauh apapun aku pergi, aku selalu mampu jatuh padamu lagi.
Seperti matahari memberi rasa yang tanpa tendensi,
aku terjatuh padamu bagai bumi yang memiliki gravitasi. 

Ah,
kalau saja cinta tidak bisa jatuh pada satu orang yang sama berulang-ulang. 

Saya Lupa

Kamis, 12 Juli 2012 Label: ,

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Melupakan wajahmu, bentuk matamu, caramu menatap, caramu berbicara, suaramu yang tidak terdengar berat, kumis tipismu, dan gaya rambutmu yang begitu-begitu saja.

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Melupakan kebiasaan-kebiasaan kecilmu, makanan favoritmu, minuman favoritmu, cara makanmu yang lambat, caramu menyeduh kopi dengan mengaduknya searah jarum jam, caramu meminum kopi ataupun teh secepat mungkin sebelum mendingin.

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Melupakan hal-hal yang kamu lakukan ketika sedang merasa kesal, hal yang kamu lakukan ketika sedang senang, kamu yang sangat senang berbicara, dan kamu yang terkadang lebih mengurusi orang lain daripada dirimu sendiri. 

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Melupakan genre film yang kamu suka, dan kamu yang lebih suka tidak banyak berbicara ketika sedang menonton di bioskop, tapi terkadang malah berbicara lebih banyak dariku karena menurutmu berbicara denganku menyenangkan.

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Melupakan musik yang kamu dengarkan, dan selera musikmu yang tidak jauh berbeda dariku. Hanya saja kamu lebih bisa menerima musik yang menurutku terlalu cepat, terlalu lambat, terlalu berisik, atau terlalu menye-menye.

Saya sudah sepenuhnya melupakan kamu.

Saya sudah sepenuhnya (lupa bahwa saya sudah) melupakan kamu.

Lagi-lagi CIN(T)A

Label: ,


Picture from this site. 

22.00 WIB

"Saya sayang kamu, demi Tuhan saya sayang kamu.."

"Kamu bersumpah demi Tuhanku atau Tuhanmu?"


---

13.00 WIB

"Hei, nunggu lama ya?"

Sosok perempuan cantik itu menggelengkan kepalanya pelan, "Gak apa-apa, kamu kan harus ibadah dulu."

"Kita makan disini, atau...?"

"Di rumahku saja, Mamaku pasti masak makanan spesial tiap aku pulang."

15.45 WIB

"Jadi, pekerjaanmu apa, Nak?"

"Saya bekerja di sebuah stasiun televisi, Om.."

"Oh ya? Sudah berapa lama?"

"3 tahunan kira-kira.."

Lelaki berkumis tebal itu menganggukkan kepalanya dan menoleh ke arah istrinya, "Bu, makanannya sudah siap kan?"

"Iya, yuk semuanya makan dulu. Jo, ajaklah pacarmu kemari, kalian pasti belum makan, kan?"

"Iya, Ma.. ayo, Ris, ikut aku ke belakang. Masakan Mamaku enak banget!"

"Err.. saya mau shalat dulu, Tante.."

"Rishad, agamamu apa?"

19.00 WIB

"Kalau sejak awal tahu bakal seperti ini, seharusnya kamu tidak usah memintaku untuk melanjutkan hubungan kita!"

"Pindahlah ke agamaku, Jo."

"Harusnya aku sadar, sejak awal hubungan kita mustahil, Ris."

18.00 WIB

"Maafkan kedua orangtuaku, Ris."

"Santai aja, we'll make this work. Dari awal hubungan kita juga aku tahu bakal ada hari seperti ini."

Perempuan itu bersandar di bahu lelakinya, mengisyaratkan semua rasa sayang yang luar biasa besarnya, "Tapi kalau kita menikah nanti.."

"...kamu ngomong apa?"

"Kamu tidak membayangkan jika seandainya nanti kita menikah?"

"Itu masih lama sekali, Jo.."

"Lalu? Kamu punya kemungkinan kita akan berpisah, begitu?"

"Kita berbeda, Jo."

"Itu memang sudah jelas, sejak awal. Tapi kenapa baru sekarang...?"

"Kamu gak tahu, Jo. Saya selalu membayangkan shalat berjamaah dengan istri dan anak-anak saya kelak..."

---

24.00 WIB

"Aku ingin memeluk kamu, perkara memeluk agama bukan pilihanku, Ris."

Relationship Phase

Minggu, 17 Juni 2012 Label: ,


Hi, I'm going to share this short movie! 
The title of this short movie is: Strangers, Again. 
Which is, everyone who has been in a failed relationship before, ever experience this shit. :)))

I've watched this movie for more than 3 times, and it still somehow amazed me. And I'm going to make a review for each stage, based on my real life. Watch the movie before you read my post! ;)

  • Stage 1: Meeting 
This is when two strangers meet. Or maybe how they get to know each other. Gimana kita baru  kenal satu sama lain, but there's a fling. Ada feeling yang beda, you know, there's something more. And in this movie, it looked funny how the boy do anything for the right girl.Getting her number is definitely his mission. 
  • Stage 2: The Chase
Here it is. Some says, this is the best part. Yang kalau orang bilang sih PDKT atau pendekatan. :)) We're getting to know more about this person. Stalking social medianya, nunggu pesan-pesannya, gimana kita degdegan, senyam-senyum sendiri, and those "butterflies in my tummy" effect! 
And in this movie, as soon as it felt right, with the "Would you be my girlfriend?" words, both begun a relationship.
  • Stage 3: Honeymoon
It was like a dream come true. Ketika masa awal-awal jadian, bawaannya mau nunjukkin sayang dan kemana-mana berdua. 
This movie said, "It's the time where both can express fully affection to each other and do all the things they wanted to do as a couple. The person you wanted so badly, was finally yours."  
  • Stage 4: Comfortable
Perasaan nyaman. Rasa nyaman ini bisa berarti buruk, bisa juga baik. Ketika kita sama-sama enjoy buat jadi diri sendiri di depan dia, itu bagus. Tapi ketika perasaan nyaman itu muncul karena kita sudah terbiasa dengan SMSnya, teleponnya, sampai kita enggak ngerasa itu spesial lagi. 
And as this movie told us: "They're getting sick on what they've used to do before. Not or late answering/replying each other's call or text messages. Bottom line is, someone stops trying. The feelings aren't strong like before. This could happen over a few months, or a few years." We can see from the movie, ketika masa PDKT, si cowok bela-belain ninggalin games demi angkat telepon ceweknya dan di Stage 4 ini, dia lebih memilih buat mendiamkan teleponnya.

  • Stage 5: Tolerance
Toleransi. Ketika mulai banyak kekecewaan yang timbul dalam relationship. "Its like the person you were so crazy about, turned out not to be so special anymore." 
Banyak yang terjadi, dan meskipun saling mengecewakan, mereka tetap saling memberi toleransi.
  • Stage 6: Downhill
Relationship naik-turun. Saling adu argumen, berantem... arguments that didn't solved. Everything is falling apart.
  • Stage 7: Breaking Up
"The end of the line. The worst stage ever. You don't know when it all happen or how. They would say, it's for the best. This is when both start a new path. One that leads back to were they've started... strangers. The change will be so blunt, that you probably want to get back together just to restore whats normal. But this doesn't always happen, and the distance will grow. By the time both moved on, things weren't always the same. Their lives will continue on different direction. Becoming strangers again. And everything they've shared will become just a fragment memories. And all that's left was the memory of a stranger who was so important in their life." 
Ketika akhirnya dua-duanya memilih buat menyerah. Terkadang banyak fase yang dilewati di Stage Breaking Up, ada fase denial, dimana kita masih cari-cari informasi tentang dia, atau bahkan ngehubungin dia karena masih merasa dia milik kita, sampai akhirnya fase penerimaan.
  • Stage 8: Strangers
Somehow, we could still be friends with them. But still, both of you will end up strangers. Kita kan udah gak mungkin keep in touch setiap hari, atau mungkin bahkan masih ada canggung ketika ketemu. Some people said that, "If two persons who once loved each other can remain friends, there must be two options, either they're still in love, or they never were."
"But however, this stranger was the person I loved."
- Josh

Semoga Tidak Kamu Lagi by Zarry

Rabu, 13 Juni 2012 Label: , ,

: Zarry Hendrik  


"Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.

Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas. Amin."

Satu Cerita Tentang Perpisahan

Sabtu, 05 Mei 2012 Label: , ,

People said, "Parents know best."
Dan ternyata itu benar. 

Aku tidak pernah, dan tidak akan pernah menyesali keputusan apapun yang diambil saat ini. 
Jika aku meninggalkan seseorang yang baik, aku akan menangis. Tapi nyatanya tidak sama sekali.
Jika aku meninggalkan seseorang yang layak kuperjuangkan, aku akan sendu selama berminggu-minggu. Tapi nyatanya tidak ada seorang pun yang mengira aku begitu. 

"Kamu kok cerahan? Kayak lagi bahagia banget."
Itu yang orang bilang padaku akhir-akhir ini. Benar-benar bukan statement yang biasanya muncul ketika seseorang baru saja kehilangan seseorang yang pernah berarti baginya.

Ah, bagaimanapun juga aku ingin bercerita tentang satu perpisahan.
Walau seindah-indahnya semua yang pernah terjadi, 
tulisan ini tidak pernah aku persembahkan untuk kamu, senyata-nyatanya kamu. 
Ini aku persembahkan untuk kamu yang semu,
yang hanya ada pada waktu sebatas dahulu. 
Yang mungkin selama ini hanya mendiami angan-anganku.

Maaf untuk kesalahanku.
Aku pasti memaafkan kesalahan kamu yang sayangnya baru aku tahu setelah semuanya menjadi seperti ini. 
Bukan umurnya lagi perpisahan membuat kita bermusuhan ya, you told me we will be a great partner, even though I don't think so. Two lovers shouldn't be best friends because there was a love between them :)
Setidaknya, kita masih bisa saling mendoakan kebahagiaan masing-masing.
Karena aku mau tidak ada sesuatu apapun yang akan menghalangi kebahagiaan kita masing-masing dengan seseorang yang baru kelak. Amin.

Aku bahagia kalau kamu sekarang akan mengejar dia yang benar-benar kamu inginkan selama bertahun-tahun. Silahkan, aku pernah memintamu berjanji jangan melukai siapa-siapa lagi. 
Pun aku, akan mempertahankan siapa yang benar-benar aku inginkan. Setidaknya, siapa yang aku anggap menjadi rumah untuk aku, tempat aku pulang, selalu.

Terima kasih untuk 15 bulan yang entah penuh kebohongan atau tidak, pada akhirnya.
Aku sayang keluarga kamu, yang sudah seperti keluarga aku sendiri. Terlebih pada Umi.
Sampaikan maafku untuk beliau yang terlanjur menyebut aku "Calon Menantu"nya di depan keluarga besar hehe, siapa yang gak seneng kalo punya menantu sebaik Umi, tapi sayangnya bakal ada yang lebih berhak untuk itu. Makasih Umi udah ngajarin aku masak. :)






Terima kasih untuk kenang-kenangan terakhirnya. 
Terima kasih, karena kamu aku jadi lupa bagaimana caranya melihat ketulusan. :)

Jaga diri baik-baik ya. Sayonara.

Masih ingat satu tahun yang lalu?

Jumat, 03 Februari 2012 Label: ,

Aku mematut-matut bayangan diriku di cermin. Gak keliatan aneh kan ini, gak keliatan terlalu centil kan...
Aku mengalihkan pandanganku ke jam dinding, masih jam 11 siang. 
Akhirnya aku mengaktifkan tampilan Yahoo! Messengerku, ternyata kamu online, dan langsung menyapaku.

"Hei! Udah siap?"

Aku spontan tersenyum, bahkan nyaris memaki diri sendiri kenapa reaksi seperti itu dengan mudahnya muncul jika itu karena kamu.

"Yap, #hbu?"
"Not yet, hehehe, nunggu dzuhur dulu kan.."
Akhirnya pembicaraan mengalir seperti biasanya, 
dan selalu, waktu bergerak lebih cepat setiap aku berbicara dengan kamu.

"Bentar lagi berangkat ya, siap-siap aja ada yang ketuk pintu rumah, hehe :p"

Dheg.
Satu reaksi aneh lainnya yang hanya aku miliki jika itu karena kamu.

Tidak sampai membuatku bosan menunggu,
kamu sudah begitu saja tiba di depan rumahku. Seperti janjiku, aku mengenalkanmu pada Ibuku, sebagai teman.

"Siapa nih? Pacar yaaaa..."
"Eh bukan-bukan! Hehehe."

Dan aku tidak pernah tahu, debaran-debaran konyol seperti itu masih aku miliki sampai hari ini.

---

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Kita sudah saling mengenal satu sama lain, lebih tahu kebiasaan masing-masing, saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, juga saling menerima.
Kita sudah hapal apa yang membuat satu sama lain ngambek, dan cara memperbaikinya. 
Kita sudah banyak membagi tawa bahkan aku memiliki tempat istimewa di pundakmu setiap aku menangis.

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Memang tidak cuma bahagia, ada luka, tangis, marah, kesal, kecewa, bahkan penyesalan. Tapi lebih dari semua itu, ada KITA.
Ada kamu, ada aku, ada kita yang saling mengisi saat-saat terpuruk dalam hidup masing-masing.
Kita yang saling tidak ingin meninggalkan satu sama lain.
Karena jika bukan oleh kita, siapa yang akan mempertahankan kita?

Kita yang saling menguatkan, saling menunjukkan rasa sayang, saling mengisi seperti setiap sela jemari, dan kita yang saling tidak ingin kehilangan satu sama lain.

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Kamu yang secara pelan namun pasti, sudah menjadi salah satu bagian paling penting dalam kehidupanku.
Kamu yang sudah menjadi setengah dari hidupku di bangku SMA.
Dan aku yang menemani masa sulitmu melewati bangku SMA hingga kuliah.
Kita yang mendukung satu sama lain. Kita yang tumbuh dewasa bersama.

Iya, ini aku.
Aku yang mencandu keberadaan kamu.
Aku yang tidak pernah berhenti merasa jatuh cinta setiap hari berganti.
Aku yang berbagi sebab kebahagiaan dengan kamu selama satu tahun belakangan.
Aku yang tidak segan berbagi peluk denganmu, sekedar saling menenangkan dan menguatkan.
Aku yang sudah berbagi mimpi dengan kamu.
Aku yang tertawa di punggungmu ketika kita bersama-sama menyusun rencana ini itu.

Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku selalu labil membangkang nasihat orang tua, kamu meluruskan dengan tenang, kalau maksud mereka itu sebenarnya baik.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika orang tuaku sibuk berceloteh ini itu dan aku terlalu bosan untuk mendengar, kamu dengan sabarnya mendengarkan dengan senyum.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hilang langkah dan terlalu jenuh untuk meniti masa depan, kamu mengingatkan aku agar aku tidak menyesal nantinya.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hilang kesabaran dan  kalah dengan egoku, kamu cukup sabar dengan tidak menyerah dengan ego kamu.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hanya bisa menangisi masalah, kamu tidak risih untuk menghapus air mataku dan mendengarkan dengan sabar.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku mengabaikan perintah Tuhan, aku ingat aku punya kamu, aku tahu pasti Dia bisa menjauhkan aku dari kamu jika Dia ingin.
Dan aku terlalu takut bahkan hanya untuk membayangkan kemungkinan itu.

Aku bersyukur aku punya kamu, Iman Muhamad Ramadhan.
Maaf untuk semua kekurangan aku,
dan terima kasih untuk selalu saja bisa menerimanya.

Selamat satu tahun, Kita.
Tetap bimbing aku supaya jadi lebih baik ya, untuk seterusnya, dan seterusnya..
karena jika bukan karena kamu, apalagi alasanku?

Aku sayang kamu.

Turut berharap dan mengaminkan...

Sabtu, 14 Januari 2012 Label:

Hari ini kelar baca bukunya Tante Miund, dan ada satu chapter tentang cinta yang sepertinya jadi wish aku dan bakal turut aku aminkan juga, ini dia...

"...saya makin percaya, cinta sejati itu makin manis seiring bertambahnya waktu. Saya ingin semakin tua semakin nggak bisa hidup tanpa satu sama lain. Saya ingin ngomel-ngomel karena sayang, dan diomelin karena disayang. Saya ingin bernostalgia inget jaman muda. Saya ingin masak makanan kesukaan suami saya nanti."

Ya, someday.... Amin :)
Karena aduh, merasa disayang itu emang feeling yang sangat... priceless :')

I'll keep this.

Minggu, 08 Januari 2012 Label: , ,

At the top of Paris Van Java, Bandung
January 6th, 2011
About 9 PM

"Nanti merem ya. Jangan buka mata, jalan aja ikutin aku!"
"Eh? Meremnya dimana?"
"Nah, sekarang! Merem!"
"Ih mau kemana sih? Bentaaar! Awas kalo nabrak, mau baeud."
"Jalan aja santai, luas kok."
"Hmm ini dimananya PVJ sih? Mau kemana? Awas aja kalo aneh-aneh.."
"Enggak, udah ikutin aja, nanti kalo denger ada lagu, tebak lagunya, terus buka mata."
"Iya aja deh..."

Twinkle-twinkle little star, how I wonder what you are..
"Lagu apa?"
"Eh? Twinkle-twinkle little star."
"Buka matanya."

Selamat malam, kota Bandung dan kerlap-kerlip lampu ratusan rumah di bawah sana. :)

"Idih, berkaca-kaca gitu matanya!"
"Nyebelin.."


Aku merasa cukup dengan ini.
Ketika untukku bahagia bisa sesederhana ini, seharusnya rasa sayangku tidak pernah lagi pantas untuk kamu ragukan :) 
Kamu pernah tanya, kenapa aku memilih kamu? Padahal menurutmu, kamu ini begini dan begitu.
Mungkin kamu hanya tidak pernah tahu bahwa aku jatuh cinta pada kesederhanaan kamu.

Terima kasih, untuk kenang-kenangan di kota Bandung, awal 2012.
I'll keep the music box. More in love with you? I always do. :)

11 months ♥

Kamis, 05 Januari 2012 Label: ,

January 3rd, 2011...
Happy 11 months, Iman Muhamad Ramadhan. Can't believe time flies this fast :"3

We're doing silly things like a Best Friend do.
We're sharing thoughts about the same hobby and do some projects like a Partner.
You give me advices for my problems just like an Old Brother.
Yet we hold each other close like two Lovers.
And you protect me like a Boyfriend does.
There's no other way I could ever lose and replace someone like you. ♥

Proyekan dengan Pacar :"3

Minggu, 25 Desember 2011 Label: , ,

Yaaay, I've been so exciting in these days! Karena Pacar lagi pulang, dan pulangnya bakalan lama, sampai tahun baru, hehehe dan dari sebelum si Pacar pulang, kita udah ngerencanain proyekan bikin stop motion video bareng, sama masak-masakan :3

Well, yang pertama, stop motion video sukses dibikin. Dengan lebih dari 240 foto, pakai lagu Simple Plan yang Jet Lag, karena itu lagunya nyeritain LDR *alah*. Dan ngedit videonya itu perlu kesabaran EKSTRA! Aku sampe berasap ngelarinnya. Walaupun kata Pacar dicicil aja editnya, tapi gak tau mungkin karena emang udah sifat dasar aku yang kalo ngerjain sesuatu yang menurut aku exciting itu harus to the max, sampe abis-abisan. Akhirnya beres, dan besoknya si Pacar tinggal kasih finishing touch *cielah*.

Meskipun ternyata videonya di-blocked Youtube gara-gara lagu Jet Lag-nya mengandung copyright dari WMG, tapi tetep seneng sekali. Denger komen orang yang udah nonton, katanya lucu, katanya kita kompak sekali hehehe :") Well, ini deh beberapa fotonya!
My favorite part!
Iseng take photo, setelah kerjaannya kelar :")
Ini opening videonya.

Laluuu, kita masak-masakan! Tadinya mau masak sesuatu yang WAH, tapi gara-gara akhirnya dadakan, kita cuma masak seblak basah :)) Yang si Pacar sampe mewek gara-gara ngerendos bawang merah sama cengek. Yang dianya numis seblak + cengek sambil dikocek-kocek, hadoooh :)) Dan ini hasilnya!

Seblak ala Aymen dan Palatita.
Dan pas lagi nyeblak itu, dateng si Inda, akhirnya gara-gara kejebak hujan, si Pacar sama si Inda stay bertiga di rumah aku. And... guess what? Kita malah kursus mendadak sama si Pacar, cara bikin origami burung bangau sama bintang x_x Sambil iseng take photo pake light painting juga, dan jadi begini...

Aymen narsis sendiri :|


Origami burung bangau hasil bertiga :3

Hasil Aymen dan Palatita.
Dan begitulah, origami burung bangau bikinan aku kagak rapih, akhirnya abis dikeplak Pacar pake kertas lipat, dasar KDRT :')

Yah, that's why I'm in love with that Boy so much.
He's not just my boyfriend.
He is my best friend, my partner, and old brother. So grateful :)

Farewell.

Rabu, 21 Desember 2011 Label: , ,

"I break up."

Satu kalimat di layar BlackBerry-ku, pukul dua puluh tiga kurang lima belas menit.
Yang sukses membuatku shock.

Sebenarnya, ini-shock-karena-apa, aku tidak begitu paham.
Adalah chat dari seorang teman, yang mengatakan kalau dia dan Pacarnya baru saja berpisah.

Seharusnya reaksiku tidak seperti ini jika saja 1 minggu sebelum hari ini,
kita tidak membicarakan tentang betapa tidak maunya kita merasakan kehilangan(lagi).

Baru saja sekitar 1 minggu yang lalu,
kita terduduk di sebuah kedai, 3 jam membicarakan tentang perpisahan, kehilangan.
Dan betapa tidak inginnya kita kehilangan apa yang sedang masing-masing kita genggam saat ini.
Juga harapan-harapan muluk tentang masa depan.
Tapi ternyata, apa yang ditakutkan justru terjadi. Hari ini, detik ini.

"No. That's just... impossible."
"Oh yeah, it's over."


Satu, dua, tiga...
Perpisahan demi perpisahan terjadi.
Dari hubungan yang sudah terjalin selama 2 tahun lamanya, sampai pasangan yang baru saja memulai hubungan mereka.
Ah, entahlah...
rasanya menyesakkan.
Melihat kenyataan bahwa perpisahan itu ada, nyata, mungkin terjadi.
Bisa datang begitu saja tanpa aba-aba satu dua tiga,
tak ubahnya jatuh cinta.

Perpisahan itu nyata, senyata jatuh cinta.
Dapat terjadi begitu saja, secara tiba-tiba, seperti pertemuan.
Kita tidak akan pernah tahu ketika cinta mengendap-endap di belakang,
dan tiba-tiba menyergap hingga akhirnya kita jatuh.
Pun perpisahan,
bisa saja tiba-tiba dia datang dan menyerbu.

Tetapi senyata apapun perpisahan,
entah mengapa aku ingin ia tetap berada dalam imaji jika itu tentang kamu.
Senyata wujud perpisahan,
senyata itu pula engganku kehilangan.

Jika kita adalah 2 buah garis,
kuharap pada akhirnya kita berada di satu titik temu.
Bukan berpotongan, tak juga hanya bersinggungan, atau malah tak sejalan.

Jika ini adalah perjalanan,
semoga aku sedang menuju kamu selalu.

Sedikit Lupa

Jumat, 02 Desember 2011 Label: ,

Kita bukanlah sesuatu yang bergerak di jalan yang tidak berliku.
Aku tidak sedang menjalani hubungan yang tidak pernah tersandung batu.
Pun aku tidak pernah menjanjikan kamu itu.

Tanpa kita sadari, kita pernah saling menyakiti.
Suatu saat pun mungkin,
akan terjadi lagi.
Ketika aku mulai bertingkah begitu menyebalkan,
dan kamu terlalu lelah untuk memperhatikan.

Seiyanya,
kumohon tetaplah bertahan.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Mungkin saat itu kita hanya sedikit lupa,
pada ribuan langkah di setiap jalan yang telah kita lewati.
Pada ratusan gelak tawa dan isak tangis yang aku bagi, dengan kamu.
Dan pada setiap memori yang kita patri,
pada benak yang saling memenuhi.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Ingatkan aku tentang janji, yang pernah bersama kita maknai.
Ingatkan aku tentang hati, yang telah pernah kurengkuh penuh arti.
Ingatkan aku tentang seberapa banyak tawa yang dibagi,
bukan tentang sebanyak apa tangis yang terbuang.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika cinta kembali merubahku menjadi sosok yang egois,
ingatkan aku tentang kamu yang tak pernah mempunyai niat untuk membuatku menangis.
Karena cinta pernah menjadikan aku traumatis,
aku tidak mau kamu menjadi hal yang sama persis.

Aku pun ingin memberi rasa yang tanpa tendensi,
tak ubahnya pemberian matahari kepada bumi.

Maka jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika kembali tanpa kita sadari, kita saling menyakiti,
ingatkan aku tentang sajak ini.
Ingatkan aku tentang aku memikirkan kamu sambil menulis ini.

Dan bacalah lagi,
karena mungkin kita hanya sedikit lupa, bahwa kita adalah bersama.

Disini, aku tidak menunggu nanti.

Kamis, 01 Desember 2011 Label: , ,

Disini, aku tidak menunggu nanti.
Meski dengan ada ataupun tidak adanya jarak aku tetap tak akan beranjak,
detik ini, aku tak akan lagi menunggu nanti.

Satu malam minggu,
sebelum kamu kembali merentangkan peluk sepanjang 200 kilometer.
Hingga aku tak lagi tahu dimana ujung tanganmu bertumpu.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Aku sedia tak beranjak, mengabaikan jarak.
Tak jemu, walau tidak bertemu.
Walau aku dan bahkan setiap centi rambutku ingin kamu pulang,
aku tetaplah seorang pemalas yang tak memiliki sedikitpun keinginan untuk melupakan aromamu.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Kendati senja memuram,
karena mungkin semburat matahari berpindah ke mukaku.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.

Meski menanti tidak pernah sederhana.
Pun setia, tidak semuanya bisa.
Tapi tanpa kau minta, aku ingin melakukannya.
Mengapa aku harus ingin pergi jika kau adalah tempat ternyaman?

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Tidak juga ingin bergegas,
karena tempat di sebelahmu tidak pernah membuatku merasa cemas.

Disini, aku berumah di hatimu.
Aku tidak menunggu nanti, karena di dalam sini, adalah ibu dari semua rasa bermuara.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Karena kapan saja, pun setiap saat,
kamu selalu membuatku jatuh cinta.

Kerikil-kerikil Kecil (yang Membuat Kakiku Berdarah)

Senin, 28 November 2011 Label: , , ,

Sore ini aku kedapatan diriku tercenung menatap layar ponsel. Sebenarnya kalimatmu mesra, tapi kosong.

Kamu tidak pernah seperti ini.
Aku mengenalmu lebih dari hitungan hari, dan meskipun terlihat mesra,
aku tahu ada sesuatu yang salah.

Karena aku mengenalmu lebih dari hitungan hari.
"Ada apa?"
Tanyaku. Tidak ada yang salah, katamu.
Tapi aku tahu, pasti ada yang salah.

Malam ini aku menelan kata-kataku sendiri,
malam ini aku menenggak racun yang kusebar sendiri.
"Sejak kapan cinta berubah dari peluk erat jadi perang urat?" 
Itu kataku, dulu. Melihat dua orang yang saling menyayangi tiba-tiba berubah saling memaki benci.

Aku tercenung mendengar suaramu di ujung sana, 
sebenarnya tidak harus ada tangis. Ini hanyalah kerikil kecil.
Bahkan aku memiliki tangan-tangan Tuhan, malaikat-malaikat tak bersayap yang bersedia bertanya, "Ada apa?"
Tapi aku tidak tahu,
kerikil-kerikil kecil ini membuat kakiku berdarah,
aku hanya ingin meraung sekeras mungkin.

Benarkah aku sedang berbicara dengan kamu yang selalu membuatku aman di genggaman tanganmu?
Benarkah ini kamu yang pernah memberiku peluk erat, membuatku seolah pulang ke rumah paling nyaman di muka bumi ini?
Benarkah ini kamu yang selalu tersenyum teduh menghilangkan gundah... seberat apapun itu?
Benarkah ini kamu yang selalu menguatkan aku?
Benarkah ini kamu?

Mungkin karena rindu yang terlalu, aku lupa, bukan cuma aku yang merasa pilu.
Aku lupa kamu pun mempunyai keluh.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Mungkin karena rindu yang berdesakkan di tenggorokanku. Dan bergulir ke mataku mengalir menjadi air.
Aku tercekat dan tersesak. Raung tangis ini karena kamu, tapi bukan karena salahmu.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Mungkin kali ini rindu seperti menjelma menjadi sesuatu yang lain.
Karena aku kini merindu seperti tidak pernah serindu ini sebelumnya.

Mungkin rinduku kali ini menjelma menjadi sebesar matahari.
Menggumpal menyesakkan di dalam dada, terkadang terasa hangat, tapi kali ini terasa panas menyakitkan.
Mungkin rinduku kali ini menjadi gemericik hujan.
Datang begitu saja menyerbu teras rumahku, tanpa mengetuk pintu.
Tanpa aba-aba tiga dua satu.
Terkadang membuatku nyaman dan tenang,
terkadang rindu ini juga membuatku menggigil kedinginan.

Mungkin rinduku kali ini menjelma jadi kerikil-kerikil kecil,
yang membuat kita lupa bahwa kita pernah saling memeluk erat seperti enggan kehilangan.

Ah, Sayang.
Jika kita meninggalkan ego saat berpelukan,
mengapa kita tidak mencoba meninggalkan ego juga disaat kita ber-pelik-an?

Mungkin masalah ini pelik, tapi kamu seharusnya pernah sehangat peluk.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Aku tidak ingin menyerah pada rindu, dan membiarkan waktu menertawakanku. 
Tidak juga pada jarak, dan membiarkan waktu terbahak-bahak.
Biarkan mereka tetap melihat kita saling bergandengan tangan,
erat, tapi tidak mencengkram.
Ringan, tapi tidak mungkin terlepas :)

Flashbacccck ♥

Minggu, 27 November 2011 Label: ,

Hai, Blog! Mau cerita sedikit, waktu hari Sabtu 2 minggu ke belakang, waktu pelajaran Sejarah.. di sekolah kan materinya lagi bagian Pergerakan Nasional. Dan pas mau ngebahas soal ini, tiba-tiba aja Pak Dida, guru sejarah aku, cerita tentang bagaimana terjadinya pergerakan nasional itu pake dianalogikan dengan cerita tentang.... aku sama si Pacar, gitu loh :|


Jadi Pak Dida cerita gini awalnya, "Awalnya, seperti hubungan dua orang.. hubungan itu ada karena timbulnya rasa sayang, yang bisa saja muncul karena hobi yang sama. Contohnya, dalam bidang fotografi. Ada 2 orang yang suka fotografi, bisa tiba-tiba muncul perasaan..." disini, Pak Dida ngelirik ngeselin, tapi aku masih stay cool, gak ngeuh. "...ini cuma misalnya, ya! Cerita di bawah ini andaikata ada kesamaan nama, itu hanya karangan belaka! Jadi ceritanya, si perempuannya bernama Fairuz."


Dan Pak Dida nunjuk aku aja gitu loh, yang emang Pak Dida sering manggil aku Fairuz gara-gara itu nama di kostim basket aku x_x Aku langsung ngakak, Pak Dida malah ngatain gak boleh GR. 


"...eh ini cuma misalnya! Jadi si Fairuz ini kan bareng di fotografi sama si laki-lakinya, sebut aja inisial I..." kata Pak Dida.


Dan tiba-tiba ada yang nyeletuk aja gitu, "Iman Pak!" 


Glek. 
Pak Dida ketawa-ketawa girang, "Jadi Fairuz sama I ini bareng-bareng di fotografi... sampai akhirnya timbul perasaan sayang..."


*accidentally keselek*


"Suka sepedahan juga, Pak!" Ini gak tau siapa yang nyeletuk. Ngomporin abis.


...dan akhirnya pelajaran Sejarah hari itu dipake buat mendzolimi si Fairuz. Asem, Pak Dida. Tapi emang konyol juga, ini kenapa guru-guru jadi ngeuh sama relationship aku sama si Pacar. Sering kalo papasan sama beberapa guru, dibilang, "Faradiman." Plus plus tukang jajan di food court se-mu-a-nya, kalo aku jajan ke belakang mesti aja nanyain tentang si Pacar. Ya sudah, di mata orang-orang, Faradita itu ya... Iman. Ah, semoga aja mereka semua nantinya jadi saksi gimana kita sama-sama iya :"]


Well, jadi pengen flashback juga. Iya sih, pertama ketemu sama si Pacar, ya selama aku masuk di Lensa Smandatas. Kalau kenal, dari pas sebelum masuk SMA juga udah kenal, tapi cuma sekedar pernah chat di Facebook doang. Dulu lucu gitu, masih inget aku pernah ngobrol aja sama dia waktu MOPD, waktu di podium pas kumpulan Lensa, SMS-SMS singkat, YM yang gak begitu penting tapi memorable, gak tau kenapa masih aku inget aja. Ya gitu lah, sampai akhirnya dulu banget, aku pernah punya feeling, "...kok kayaknya suatu saat aku bakalan ada 'something' sama orang ini, ya..." dan ternyata bener, dia jadi Pacar aku. Entah juga kenapa waktu itu pernah ada feeling kayak gitu. 


Pertama kali ngobrol face-to-face pas MOPD, waktu pembagian kelas. Inget sebelumnya aku cerita di YM gitu, "Ini gugus MOPD gak nyaman orang-orangnya, ntar pembagian kelas diacak lagi gak sih a?" gak tau juga gimana awalnya bisa punya YM dia, bisa YMan juga, lupa :_))


Dan pas pembagian kelas.... TARAAA! Kebagian kelas bagus, sama temen-temen SMP. Abis itu papasan sama si Pacar, rada salting. Sampe dia nanya, "Gimana? Kelasnya bagus gak?" 
Itu, kalimat, pertama. "Bagus a! Hehe." 
Ah, lucu kalo diinget-inget :")


Grow old with me, Love. Will you? :") 

Pipu :"3

Senin, 21 November 2011 Label: , ,

Halooo, salam kenal, ini namanya Pipu :3 Gak tau kenapa juga dikasih nama Pipu, dateng tiba-tiba aja pas mikirin nama yang unyu buat hamster apa, tiba-tiba kebayang nama Pipu.

Pipu lahir sekitar bulan Agustus 2011, tapi tanggal 3 September 2011 baru resmi aku 'adopsi', dan jadilah sebentar lagi usia Pipu 4 bulan, udah tua dia, tapi tetep unyu :3

Pipu jomblo :(
Iya, Pipu jomblo. Dia sendirian kesepian di kandangnya, sampe akhirnya kemarin Pipu sempet sakit, dia kena penyakit 'Sticky Eyes' atau istilah jeleknya, Pipu punya belek yang overdosis jadi bikin mata dia gak bisa ngebuka. Tapi gak nyampe 1 jam, Pipu udah sembuh lagi :3




Waktu pertama di-'adopsi', Pipu udah langsung kenalan sama Kakak Iman :p Dan Pipu suka sekali main sambil gigit-gigit tangannya Kakak Iman :3 Meskipun Kakak Iman suka jeles kalo liat Pipu diunyel-unyel sama Faradita :3


Pipu gak suka mandi pasir, makanya tiap dicemplungin ke ember isi pasir wangi, Pipu langsung meronta-ronta pengen keluar. Giliran gak dicemplungin ke pasir mandi, Pipu kucel banget, jelek, padahal Pipu cewek yang harus merawat kecantikan :3

Kemarin Pipu liat Kakak Iman sama Faradita marahan, gak asik banget, katanya. Jangan marahan aja, Kakak Iman kalo lagi bete serem :3

Hari ini Pipu pengen main lagi sama Kakak Iman, katanya, Kakak Iman kapan ke Tasik, main sama Pipu? :"3

(untitled)

Rabu, 16 November 2011 Label:

Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa cinta itu unsur kimia?
Bahwa cinta itu senyawa-senyawa yang menjadikan kita se-nyawa.

Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa kamu itu kunang-kunang?
Ya, kamu adalah kunang-kunang.
Dalam gelap kamu benderang,
dalam pejaman mataku kamu terang.

Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa angin itu nafasku?
Karena acapkali kamu merasa semilir angin itu menghembus rindu,
ya, itu nafasku.

Tidakkah kamu pernah berpikir bahwa cinta itu kamu?
Karena jika cinta itu kamu,
aku ingin mencinta cinta.


Wednesday, November 16th. 8:58 PM

Sejak Kapan Cinta...

Kamis, 10 November 2011 Label: ,

Jadi apakah benar kasus pemukulan pada kekasih dari aktor terkenal ini sudah sering terjadi sebelumnya...

Klik.

Infotainment bodoh. 
Malas sekali rasanya melihat wajah sendiri dijelek-jelekkan di media. Antara bosan, muak, dan jijik menjadi satu. Semua tentang infotainment yang tidak pernah lagi aku percaya kebenarannya.
Sensasi dengan berita basi.

Klik.

"Bisa dibilang begitu. Tapi sekarang aku sendiri bingung, dia selalu menolak aku ajak bicara 4 mata..."

Ah, lagi-lagi infotainment, dengan berita yang sama tentangku.
Tapi kali ini, kamu ada di dalamnya. Mengurungkan niatku untuk kembali memainkan remote televisi.
Karena sebagian dari bagian diriku yang meresap pilu, pun ia merapal rindu.

Ya, ada kamu.
Ada sosokmu yang entah kenapa masih sanggup membuat satu hentakan hebat pada detak di jantungku.
Sosokmu dengan memar palsu di pipi kiri, nampak terlalu sibuk menjawab pertanyaan wartawan, sampai mungkin kamu lupa berpikir tentang siapa yang sedang kamu bicarakan.

Ah, kamu.
Kamu tidak seharusnya menjadi wanita pintar yang bodoh dalam menyikapi perasaan.

Aku jadi ingin sejenak berpikir.
Benarkah kita pernah saling mencintai?
Lantas sejak kapan cinta berubah dari jatuh kepada satu sama lain jadi saling menjatuhkan?
Sejak kapan cinta berubah dari saling memberi hati jadi saling menghujat cepat mati?
Sejak kapan cinta berubah dari saling mengucap rindu jadi saling mengirim abu?
Sejak kapan cinta berubah dari peluk erat jadi perang urat?

Benarkah sekarang aku tidak lagi mencintai kamu yang seperti itu?
Tidak, aku tidak berhenti mencintai kamu.
Aku kini hanya sedang berusaha mencari kembaranmu, di waktu lalu.
Sekedar ingin bertanya, benarkah itu kamu di layar kaca?

Kamu.
Seseorang yang telah mampu meluluhkanku,
dan kini melumpuhkanku.

Semoga kamu yang masih serupa udara di hidupku,
kini hanya berubah sesaat menjadi angin kencang yang mengajarkan pohon cara bertahan.



inspired by: Gosip-gosip para Public Figure yang lagi H-O-T akhir-akhir ini, coba bikin dari sudut pandang merekanya... :p

My other half.

Senin, 07 November 2011 Label: ,

 
"Kenapa sayang aku?"
"Hmmm, iya gitu aja deh!"
"Jelasin!"
"Ah pokoknya kayak gitu deh!" 

....haruskah ada alasannya, Sayang?

"Ih, padahal banyak yang lebih dari aku."
"Mmm-hm? Masa?"

...yang lebih dari kamu? Mngkin seperti kata kamu, banyak.
Tapi yang kayak kamu? Mana ada.

"Iya, ntar disana kamu bakal ketemu yang lebih dari aku deh. Kamu gak tau aku takut?"
"Pffft, apa siiiih..."

...memangnya kamu kira aku sanggup pergi dan melepaskan kamu?

"...kenapa?"
 ":)"

Because you complete me.
The way you are is completely fine to me.
I'm happy as long as you love me. So please, just stay with me.


If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now, we’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with,
and I wish that you could be the one I die with,
and I pray in you’re the one I build my home with...
I hope I love you all my life...
(Daniel Beddingfield - If You're Not The One)