Tampilkan postingan dengan label mychef. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mychef. Tampilkan semua postingan

Satu Cerita Tentang Perpisahan

Sabtu, 05 Mei 2012 Label: , ,

People said, "Parents know best."
Dan ternyata itu benar. 

Aku tidak pernah, dan tidak akan pernah menyesali keputusan apapun yang diambil saat ini. 
Jika aku meninggalkan seseorang yang baik, aku akan menangis. Tapi nyatanya tidak sama sekali.
Jika aku meninggalkan seseorang yang layak kuperjuangkan, aku akan sendu selama berminggu-minggu. Tapi nyatanya tidak ada seorang pun yang mengira aku begitu. 

"Kamu kok cerahan? Kayak lagi bahagia banget."
Itu yang orang bilang padaku akhir-akhir ini. Benar-benar bukan statement yang biasanya muncul ketika seseorang baru saja kehilangan seseorang yang pernah berarti baginya.

Ah, bagaimanapun juga aku ingin bercerita tentang satu perpisahan.
Walau seindah-indahnya semua yang pernah terjadi, 
tulisan ini tidak pernah aku persembahkan untuk kamu, senyata-nyatanya kamu. 
Ini aku persembahkan untuk kamu yang semu,
yang hanya ada pada waktu sebatas dahulu. 
Yang mungkin selama ini hanya mendiami angan-anganku.

Maaf untuk kesalahanku.
Aku pasti memaafkan kesalahan kamu yang sayangnya baru aku tahu setelah semuanya menjadi seperti ini. 
Bukan umurnya lagi perpisahan membuat kita bermusuhan ya, you told me we will be a great partner, even though I don't think so. Two lovers shouldn't be best friends because there was a love between them :)
Setidaknya, kita masih bisa saling mendoakan kebahagiaan masing-masing.
Karena aku mau tidak ada sesuatu apapun yang akan menghalangi kebahagiaan kita masing-masing dengan seseorang yang baru kelak. Amin.

Aku bahagia kalau kamu sekarang akan mengejar dia yang benar-benar kamu inginkan selama bertahun-tahun. Silahkan, aku pernah memintamu berjanji jangan melukai siapa-siapa lagi. 
Pun aku, akan mempertahankan siapa yang benar-benar aku inginkan. Setidaknya, siapa yang aku anggap menjadi rumah untuk aku, tempat aku pulang, selalu.

Terima kasih untuk 15 bulan yang entah penuh kebohongan atau tidak, pada akhirnya.
Aku sayang keluarga kamu, yang sudah seperti keluarga aku sendiri. Terlebih pada Umi.
Sampaikan maafku untuk beliau yang terlanjur menyebut aku "Calon Menantu"nya di depan keluarga besar hehe, siapa yang gak seneng kalo punya menantu sebaik Umi, tapi sayangnya bakal ada yang lebih berhak untuk itu. Makasih Umi udah ngajarin aku masak. :)






Terima kasih untuk kenang-kenangan terakhirnya. 
Terima kasih, karena kamu aku jadi lupa bagaimana caranya melihat ketulusan. :)

Jaga diri baik-baik ya. Sayonara.

Masih ingat satu tahun yang lalu?

Jumat, 03 Februari 2012 Label: ,

Aku mematut-matut bayangan diriku di cermin. Gak keliatan aneh kan ini, gak keliatan terlalu centil kan...
Aku mengalihkan pandanganku ke jam dinding, masih jam 11 siang. 
Akhirnya aku mengaktifkan tampilan Yahoo! Messengerku, ternyata kamu online, dan langsung menyapaku.

"Hei! Udah siap?"

Aku spontan tersenyum, bahkan nyaris memaki diri sendiri kenapa reaksi seperti itu dengan mudahnya muncul jika itu karena kamu.

"Yap, #hbu?"
"Not yet, hehehe, nunggu dzuhur dulu kan.."
Akhirnya pembicaraan mengalir seperti biasanya, 
dan selalu, waktu bergerak lebih cepat setiap aku berbicara dengan kamu.

"Bentar lagi berangkat ya, siap-siap aja ada yang ketuk pintu rumah, hehe :p"

Dheg.
Satu reaksi aneh lainnya yang hanya aku miliki jika itu karena kamu.

Tidak sampai membuatku bosan menunggu,
kamu sudah begitu saja tiba di depan rumahku. Seperti janjiku, aku mengenalkanmu pada Ibuku, sebagai teman.

"Siapa nih? Pacar yaaaa..."
"Eh bukan-bukan! Hehehe."

Dan aku tidak pernah tahu, debaran-debaran konyol seperti itu masih aku miliki sampai hari ini.

---

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Kita sudah saling mengenal satu sama lain, lebih tahu kebiasaan masing-masing, saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, juga saling menerima.
Kita sudah hapal apa yang membuat satu sama lain ngambek, dan cara memperbaikinya. 
Kita sudah banyak membagi tawa bahkan aku memiliki tempat istimewa di pundakmu setiap aku menangis.

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Memang tidak cuma bahagia, ada luka, tangis, marah, kesal, kecewa, bahkan penyesalan. Tapi lebih dari semua itu, ada KITA.
Ada kamu, ada aku, ada kita yang saling mengisi saat-saat terpuruk dalam hidup masing-masing.
Kita yang saling tidak ingin meninggalkan satu sama lain.
Karena jika bukan oleh kita, siapa yang akan mempertahankan kita?

Kita yang saling menguatkan, saling menunjukkan rasa sayang, saling mengisi seperti setiap sela jemari, dan kita yang saling tidak ingin kehilangan satu sama lain.

Sekarang adalah satu tahun setelah hari itu.
Kamu yang secara pelan namun pasti, sudah menjadi salah satu bagian paling penting dalam kehidupanku.
Kamu yang sudah menjadi setengah dari hidupku di bangku SMA.
Dan aku yang menemani masa sulitmu melewati bangku SMA hingga kuliah.
Kita yang mendukung satu sama lain. Kita yang tumbuh dewasa bersama.

Iya, ini aku.
Aku yang mencandu keberadaan kamu.
Aku yang tidak pernah berhenti merasa jatuh cinta setiap hari berganti.
Aku yang berbagi sebab kebahagiaan dengan kamu selama satu tahun belakangan.
Aku yang tidak segan berbagi peluk denganmu, sekedar saling menenangkan dan menguatkan.
Aku yang sudah berbagi mimpi dengan kamu.
Aku yang tertawa di punggungmu ketika kita bersama-sama menyusun rencana ini itu.

Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku selalu labil membangkang nasihat orang tua, kamu meluruskan dengan tenang, kalau maksud mereka itu sebenarnya baik.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika orang tuaku sibuk berceloteh ini itu dan aku terlalu bosan untuk mendengar, kamu dengan sabarnya mendengarkan dengan senyum.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hilang langkah dan terlalu jenuh untuk meniti masa depan, kamu mengingatkan aku agar aku tidak menyesal nantinya.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hilang kesabaran dan  kalah dengan egoku, kamu cukup sabar dengan tidak menyerah dengan ego kamu.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku hanya bisa menangisi masalah, kamu tidak risih untuk menghapus air mataku dan mendengarkan dengan sabar.
Aku bersyukur aku punya kamu.
Ketika aku mengabaikan perintah Tuhan, aku ingat aku punya kamu, aku tahu pasti Dia bisa menjauhkan aku dari kamu jika Dia ingin.
Dan aku terlalu takut bahkan hanya untuk membayangkan kemungkinan itu.

Aku bersyukur aku punya kamu, Iman Muhamad Ramadhan.
Maaf untuk semua kekurangan aku,
dan terima kasih untuk selalu saja bisa menerimanya.

Selamat satu tahun, Kita.
Tetap bimbing aku supaya jadi lebih baik ya, untuk seterusnya, dan seterusnya..
karena jika bukan karena kamu, apalagi alasanku?

Aku sayang kamu.

Our first stop motion video!

Selasa, 17 Januari 2012 Label: ,


Udah pernah dishare sebelumnya, tapi gara-gara diblock sama Youtube karena ada copyright blabla akhirnya aku pasrah dan terpaksa delete videonya. Nah, terus aku nemu lagu Jet Lag versi cover dan BISA! Gila ini yang namanya gempor dan menguras kesabaran huhuhu :(

Meskipun kekurangannya masih banyak sekali, tapi syukur deh segini juga Alhamdulillah karena dikerjain proyekan bareng P-A-C-A-R, IHIHIHIHI *mesem-mesem najis*

Baiklah, CHECK IT OUT!

I'll keep this.

Minggu, 08 Januari 2012 Label: , ,

At the top of Paris Van Java, Bandung
January 6th, 2011
About 9 PM

"Nanti merem ya. Jangan buka mata, jalan aja ikutin aku!"
"Eh? Meremnya dimana?"
"Nah, sekarang! Merem!"
"Ih mau kemana sih? Bentaaar! Awas kalo nabrak, mau baeud."
"Jalan aja santai, luas kok."
"Hmm ini dimananya PVJ sih? Mau kemana? Awas aja kalo aneh-aneh.."
"Enggak, udah ikutin aja, nanti kalo denger ada lagu, tebak lagunya, terus buka mata."
"Iya aja deh..."

Twinkle-twinkle little star, how I wonder what you are..
"Lagu apa?"
"Eh? Twinkle-twinkle little star."
"Buka matanya."

Selamat malam, kota Bandung dan kerlap-kerlip lampu ratusan rumah di bawah sana. :)

"Idih, berkaca-kaca gitu matanya!"
"Nyebelin.."


Aku merasa cukup dengan ini.
Ketika untukku bahagia bisa sesederhana ini, seharusnya rasa sayangku tidak pernah lagi pantas untuk kamu ragukan :) 
Kamu pernah tanya, kenapa aku memilih kamu? Padahal menurutmu, kamu ini begini dan begitu.
Mungkin kamu hanya tidak pernah tahu bahwa aku jatuh cinta pada kesederhanaan kamu.

Terima kasih, untuk kenang-kenangan di kota Bandung, awal 2012.
I'll keep the music box. More in love with you? I always do. :)

11 months ♥

Kamis, 05 Januari 2012 Label: ,

January 3rd, 2011...
Happy 11 months, Iman Muhamad Ramadhan. Can't believe time flies this fast :"3

We're doing silly things like a Best Friend do.
We're sharing thoughts about the same hobby and do some projects like a Partner.
You give me advices for my problems just like an Old Brother.
Yet we hold each other close like two Lovers.
And you protect me like a Boyfriend does.
There's no other way I could ever lose and replace someone like you. ♥

Proyekan dengan Pacar :"3

Minggu, 25 Desember 2011 Label: , ,

Yaaay, I've been so exciting in these days! Karena Pacar lagi pulang, dan pulangnya bakalan lama, sampai tahun baru, hehehe dan dari sebelum si Pacar pulang, kita udah ngerencanain proyekan bikin stop motion video bareng, sama masak-masakan :3

Well, yang pertama, stop motion video sukses dibikin. Dengan lebih dari 240 foto, pakai lagu Simple Plan yang Jet Lag, karena itu lagunya nyeritain LDR *alah*. Dan ngedit videonya itu perlu kesabaran EKSTRA! Aku sampe berasap ngelarinnya. Walaupun kata Pacar dicicil aja editnya, tapi gak tau mungkin karena emang udah sifat dasar aku yang kalo ngerjain sesuatu yang menurut aku exciting itu harus to the max, sampe abis-abisan. Akhirnya beres, dan besoknya si Pacar tinggal kasih finishing touch *cielah*.

Meskipun ternyata videonya di-blocked Youtube gara-gara lagu Jet Lag-nya mengandung copyright dari WMG, tapi tetep seneng sekali. Denger komen orang yang udah nonton, katanya lucu, katanya kita kompak sekali hehehe :") Well, ini deh beberapa fotonya!
My favorite part!
Iseng take photo, setelah kerjaannya kelar :")
Ini opening videonya.

Laluuu, kita masak-masakan! Tadinya mau masak sesuatu yang WAH, tapi gara-gara akhirnya dadakan, kita cuma masak seblak basah :)) Yang si Pacar sampe mewek gara-gara ngerendos bawang merah sama cengek. Yang dianya numis seblak + cengek sambil dikocek-kocek, hadoooh :)) Dan ini hasilnya!

Seblak ala Aymen dan Palatita.
Dan pas lagi nyeblak itu, dateng si Inda, akhirnya gara-gara kejebak hujan, si Pacar sama si Inda stay bertiga di rumah aku. And... guess what? Kita malah kursus mendadak sama si Pacar, cara bikin origami burung bangau sama bintang x_x Sambil iseng take photo pake light painting juga, dan jadi begini...

Aymen narsis sendiri :|


Origami burung bangau hasil bertiga :3

Hasil Aymen dan Palatita.
Dan begitulah, origami burung bangau bikinan aku kagak rapih, akhirnya abis dikeplak Pacar pake kertas lipat, dasar KDRT :')

Yah, that's why I'm in love with that Boy so much.
He's not just my boyfriend.
He is my best friend, my partner, and old brother. So grateful :)

HAPPINESS.

Rabu, 21 Desember 2011 Label: ,

Tidak tahu harus bilang apa. Selain, bahagia. Bukan seneng aja, bahagia.
Udah pernah tahu sebelumnya gak, gimana rasanya 3 minggu gak ketemu Pacar, terus pas ada event pas buat dia pulang, taunya dia gak bisa... udah kebayang kan gimana kecewa dan sedih beratnya, itu tuh event penting yang kitanya udah ngarep pengen barengan, ....eh tapi tiba-tiba aja pas di acara itu, waktu kita noleh tepat ke samping, sosoknya udah nongol gitu aja polos di samping kita?
Rasanya...... ya ya ya seperti itulah. Speechless :")
Damn. I blame you for making me more in love with you today. Thanks thanks thanks. :")

Farewell.

Label: , ,

"I break up."

Satu kalimat di layar BlackBerry-ku, pukul dua puluh tiga kurang lima belas menit.
Yang sukses membuatku shock.

Sebenarnya, ini-shock-karena-apa, aku tidak begitu paham.
Adalah chat dari seorang teman, yang mengatakan kalau dia dan Pacarnya baru saja berpisah.

Seharusnya reaksiku tidak seperti ini jika saja 1 minggu sebelum hari ini,
kita tidak membicarakan tentang betapa tidak maunya kita merasakan kehilangan(lagi).

Baru saja sekitar 1 minggu yang lalu,
kita terduduk di sebuah kedai, 3 jam membicarakan tentang perpisahan, kehilangan.
Dan betapa tidak inginnya kita kehilangan apa yang sedang masing-masing kita genggam saat ini.
Juga harapan-harapan muluk tentang masa depan.
Tapi ternyata, apa yang ditakutkan justru terjadi. Hari ini, detik ini.

"No. That's just... impossible."
"Oh yeah, it's over."


Satu, dua, tiga...
Perpisahan demi perpisahan terjadi.
Dari hubungan yang sudah terjalin selama 2 tahun lamanya, sampai pasangan yang baru saja memulai hubungan mereka.
Ah, entahlah...
rasanya menyesakkan.
Melihat kenyataan bahwa perpisahan itu ada, nyata, mungkin terjadi.
Bisa datang begitu saja tanpa aba-aba satu dua tiga,
tak ubahnya jatuh cinta.

Perpisahan itu nyata, senyata jatuh cinta.
Dapat terjadi begitu saja, secara tiba-tiba, seperti pertemuan.
Kita tidak akan pernah tahu ketika cinta mengendap-endap di belakang,
dan tiba-tiba menyergap hingga akhirnya kita jatuh.
Pun perpisahan,
bisa saja tiba-tiba dia datang dan menyerbu.

Tetapi senyata apapun perpisahan,
entah mengapa aku ingin ia tetap berada dalam imaji jika itu tentang kamu.
Senyata wujud perpisahan,
senyata itu pula engganku kehilangan.

Jika kita adalah 2 buah garis,
kuharap pada akhirnya kita berada di satu titik temu.
Bukan berpotongan, tak juga hanya bersinggungan, atau malah tak sejalan.

Jika ini adalah perjalanan,
semoga aku sedang menuju kamu selalu.

Sedikit Lupa

Jumat, 02 Desember 2011 Label: ,

Kita bukanlah sesuatu yang bergerak di jalan yang tidak berliku.
Aku tidak sedang menjalani hubungan yang tidak pernah tersandung batu.
Pun aku tidak pernah menjanjikan kamu itu.

Tanpa kita sadari, kita pernah saling menyakiti.
Suatu saat pun mungkin,
akan terjadi lagi.
Ketika aku mulai bertingkah begitu menyebalkan,
dan kamu terlalu lelah untuk memperhatikan.

Seiyanya,
kumohon tetaplah bertahan.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Mungkin saat itu kita hanya sedikit lupa,
pada ribuan langkah di setiap jalan yang telah kita lewati.
Pada ratusan gelak tawa dan isak tangis yang aku bagi, dengan kamu.
Dan pada setiap memori yang kita patri,
pada benak yang saling memenuhi.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Ingatkan aku tentang janji, yang pernah bersama kita maknai.
Ingatkan aku tentang hati, yang telah pernah kurengkuh penuh arti.
Ingatkan aku tentang seberapa banyak tawa yang dibagi,
bukan tentang sebanyak apa tangis yang terbuang.

Jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika cinta kembali merubahku menjadi sosok yang egois,
ingatkan aku tentang kamu yang tak pernah mempunyai niat untuk membuatku menangis.
Karena cinta pernah menjadikan aku traumatis,
aku tidak mau kamu menjadi hal yang sama persis.

Aku pun ingin memberi rasa yang tanpa tendensi,
tak ubahnya pemberian matahari kepada bumi.

Maka jika terjadi lagi, lagi, dan lagi.
Jika kembali tanpa kita sadari, kita saling menyakiti,
ingatkan aku tentang sajak ini.
Ingatkan aku tentang aku memikirkan kamu sambil menulis ini.

Dan bacalah lagi,
karena mungkin kita hanya sedikit lupa, bahwa kita adalah bersama.

Disini, aku tidak menunggu nanti.

Kamis, 01 Desember 2011 Label: , ,

Disini, aku tidak menunggu nanti.
Meski dengan ada ataupun tidak adanya jarak aku tetap tak akan beranjak,
detik ini, aku tak akan lagi menunggu nanti.

Satu malam minggu,
sebelum kamu kembali merentangkan peluk sepanjang 200 kilometer.
Hingga aku tak lagi tahu dimana ujung tanganmu bertumpu.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Aku sedia tak beranjak, mengabaikan jarak.
Tak jemu, walau tidak bertemu.
Walau aku dan bahkan setiap centi rambutku ingin kamu pulang,
aku tetaplah seorang pemalas yang tak memiliki sedikitpun keinginan untuk melupakan aromamu.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Kendati senja memuram,
karena mungkin semburat matahari berpindah ke mukaku.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.

Meski menanti tidak pernah sederhana.
Pun setia, tidak semuanya bisa.
Tapi tanpa kau minta, aku ingin melakukannya.
Mengapa aku harus ingin pergi jika kau adalah tempat ternyaman?

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Tidak juga ingin bergegas,
karena tempat di sebelahmu tidak pernah membuatku merasa cemas.

Disini, aku berumah di hatimu.
Aku tidak menunggu nanti, karena di dalam sini, adalah ibu dari semua rasa bermuara.

Disini, aku tidak lagi menunggu nanti.
Karena kapan saja, pun setiap saat,
kamu selalu membuatku jatuh cinta.

Kerikil-kerikil Kecil (yang Membuat Kakiku Berdarah)

Senin, 28 November 2011 Label: , , ,

Sore ini aku kedapatan diriku tercenung menatap layar ponsel. Sebenarnya kalimatmu mesra, tapi kosong.

Kamu tidak pernah seperti ini.
Aku mengenalmu lebih dari hitungan hari, dan meskipun terlihat mesra,
aku tahu ada sesuatu yang salah.

Karena aku mengenalmu lebih dari hitungan hari.
"Ada apa?"
Tanyaku. Tidak ada yang salah, katamu.
Tapi aku tahu, pasti ada yang salah.

Malam ini aku menelan kata-kataku sendiri,
malam ini aku menenggak racun yang kusebar sendiri.
"Sejak kapan cinta berubah dari peluk erat jadi perang urat?" 
Itu kataku, dulu. Melihat dua orang yang saling menyayangi tiba-tiba berubah saling memaki benci.

Aku tercenung mendengar suaramu di ujung sana, 
sebenarnya tidak harus ada tangis. Ini hanyalah kerikil kecil.
Bahkan aku memiliki tangan-tangan Tuhan, malaikat-malaikat tak bersayap yang bersedia bertanya, "Ada apa?"
Tapi aku tidak tahu,
kerikil-kerikil kecil ini membuat kakiku berdarah,
aku hanya ingin meraung sekeras mungkin.

Benarkah aku sedang berbicara dengan kamu yang selalu membuatku aman di genggaman tanganmu?
Benarkah ini kamu yang pernah memberiku peluk erat, membuatku seolah pulang ke rumah paling nyaman di muka bumi ini?
Benarkah ini kamu yang selalu tersenyum teduh menghilangkan gundah... seberat apapun itu?
Benarkah ini kamu yang selalu menguatkan aku?
Benarkah ini kamu?

Mungkin karena rindu yang terlalu, aku lupa, bukan cuma aku yang merasa pilu.
Aku lupa kamu pun mempunyai keluh.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Mungkin karena rindu yang berdesakkan di tenggorokanku. Dan bergulir ke mataku mengalir menjadi air.
Aku tercekat dan tersesak. Raung tangis ini karena kamu, tapi bukan karena salahmu.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Mungkin kali ini rindu seperti menjelma menjadi sesuatu yang lain.
Karena aku kini merindu seperti tidak pernah serindu ini sebelumnya.

Mungkin rinduku kali ini menjelma menjadi sebesar matahari.
Menggumpal menyesakkan di dalam dada, terkadang terasa hangat, tapi kali ini terasa panas menyakitkan.
Mungkin rinduku kali ini menjadi gemericik hujan.
Datang begitu saja menyerbu teras rumahku, tanpa mengetuk pintu.
Tanpa aba-aba tiga dua satu.
Terkadang membuatku nyaman dan tenang,
terkadang rindu ini juga membuatku menggigil kedinginan.

Mungkin rinduku kali ini menjelma jadi kerikil-kerikil kecil,
yang membuat kita lupa bahwa kita pernah saling memeluk erat seperti enggan kehilangan.

Ah, Sayang.
Jika kita meninggalkan ego saat berpelukan,
mengapa kita tidak mencoba meninggalkan ego juga disaat kita ber-pelik-an?

Mungkin masalah ini pelik, tapi kamu seharusnya pernah sehangat peluk.
Ya, Sayang, aku minta maaf.

Aku tidak ingin menyerah pada rindu, dan membiarkan waktu menertawakanku. 
Tidak juga pada jarak, dan membiarkan waktu terbahak-bahak.
Biarkan mereka tetap melihat kita saling bergandengan tangan,
erat, tapi tidak mencengkram.
Ringan, tapi tidak mungkin terlepas :)

Flashbacccck ♥

Minggu, 27 November 2011 Label: ,

Hai, Blog! Mau cerita sedikit, waktu hari Sabtu 2 minggu ke belakang, waktu pelajaran Sejarah.. di sekolah kan materinya lagi bagian Pergerakan Nasional. Dan pas mau ngebahas soal ini, tiba-tiba aja Pak Dida, guru sejarah aku, cerita tentang bagaimana terjadinya pergerakan nasional itu pake dianalogikan dengan cerita tentang.... aku sama si Pacar, gitu loh :|


Jadi Pak Dida cerita gini awalnya, "Awalnya, seperti hubungan dua orang.. hubungan itu ada karena timbulnya rasa sayang, yang bisa saja muncul karena hobi yang sama. Contohnya, dalam bidang fotografi. Ada 2 orang yang suka fotografi, bisa tiba-tiba muncul perasaan..." disini, Pak Dida ngelirik ngeselin, tapi aku masih stay cool, gak ngeuh. "...ini cuma misalnya, ya! Cerita di bawah ini andaikata ada kesamaan nama, itu hanya karangan belaka! Jadi ceritanya, si perempuannya bernama Fairuz."


Dan Pak Dida nunjuk aku aja gitu loh, yang emang Pak Dida sering manggil aku Fairuz gara-gara itu nama di kostim basket aku x_x Aku langsung ngakak, Pak Dida malah ngatain gak boleh GR. 


"...eh ini cuma misalnya! Jadi si Fairuz ini kan bareng di fotografi sama si laki-lakinya, sebut aja inisial I..." kata Pak Dida.


Dan tiba-tiba ada yang nyeletuk aja gitu, "Iman Pak!" 


Glek. 
Pak Dida ketawa-ketawa girang, "Jadi Fairuz sama I ini bareng-bareng di fotografi... sampai akhirnya timbul perasaan sayang..."


*accidentally keselek*


"Suka sepedahan juga, Pak!" Ini gak tau siapa yang nyeletuk. Ngomporin abis.


...dan akhirnya pelajaran Sejarah hari itu dipake buat mendzolimi si Fairuz. Asem, Pak Dida. Tapi emang konyol juga, ini kenapa guru-guru jadi ngeuh sama relationship aku sama si Pacar. Sering kalo papasan sama beberapa guru, dibilang, "Faradiman." Plus plus tukang jajan di food court se-mu-a-nya, kalo aku jajan ke belakang mesti aja nanyain tentang si Pacar. Ya sudah, di mata orang-orang, Faradita itu ya... Iman. Ah, semoga aja mereka semua nantinya jadi saksi gimana kita sama-sama iya :"]


Well, jadi pengen flashback juga. Iya sih, pertama ketemu sama si Pacar, ya selama aku masuk di Lensa Smandatas. Kalau kenal, dari pas sebelum masuk SMA juga udah kenal, tapi cuma sekedar pernah chat di Facebook doang. Dulu lucu gitu, masih inget aku pernah ngobrol aja sama dia waktu MOPD, waktu di podium pas kumpulan Lensa, SMS-SMS singkat, YM yang gak begitu penting tapi memorable, gak tau kenapa masih aku inget aja. Ya gitu lah, sampai akhirnya dulu banget, aku pernah punya feeling, "...kok kayaknya suatu saat aku bakalan ada 'something' sama orang ini, ya..." dan ternyata bener, dia jadi Pacar aku. Entah juga kenapa waktu itu pernah ada feeling kayak gitu. 


Pertama kali ngobrol face-to-face pas MOPD, waktu pembagian kelas. Inget sebelumnya aku cerita di YM gitu, "Ini gugus MOPD gak nyaman orang-orangnya, ntar pembagian kelas diacak lagi gak sih a?" gak tau juga gimana awalnya bisa punya YM dia, bisa YMan juga, lupa :_))


Dan pas pembagian kelas.... TARAAA! Kebagian kelas bagus, sama temen-temen SMP. Abis itu papasan sama si Pacar, rada salting. Sampe dia nanya, "Gimana? Kelasnya bagus gak?" 
Itu, kalimat, pertama. "Bagus a! Hehe." 
Ah, lucu kalo diinget-inget :")


Grow old with me, Love. Will you? :") 

Pipu :"3

Senin, 21 November 2011 Label: , ,

Halooo, salam kenal, ini namanya Pipu :3 Gak tau kenapa juga dikasih nama Pipu, dateng tiba-tiba aja pas mikirin nama yang unyu buat hamster apa, tiba-tiba kebayang nama Pipu.

Pipu lahir sekitar bulan Agustus 2011, tapi tanggal 3 September 2011 baru resmi aku 'adopsi', dan jadilah sebentar lagi usia Pipu 4 bulan, udah tua dia, tapi tetep unyu :3

Pipu jomblo :(
Iya, Pipu jomblo. Dia sendirian kesepian di kandangnya, sampe akhirnya kemarin Pipu sempet sakit, dia kena penyakit 'Sticky Eyes' atau istilah jeleknya, Pipu punya belek yang overdosis jadi bikin mata dia gak bisa ngebuka. Tapi gak nyampe 1 jam, Pipu udah sembuh lagi :3




Waktu pertama di-'adopsi', Pipu udah langsung kenalan sama Kakak Iman :p Dan Pipu suka sekali main sambil gigit-gigit tangannya Kakak Iman :3 Meskipun Kakak Iman suka jeles kalo liat Pipu diunyel-unyel sama Faradita :3


Pipu gak suka mandi pasir, makanya tiap dicemplungin ke ember isi pasir wangi, Pipu langsung meronta-ronta pengen keluar. Giliran gak dicemplungin ke pasir mandi, Pipu kucel banget, jelek, padahal Pipu cewek yang harus merawat kecantikan :3

Kemarin Pipu liat Kakak Iman sama Faradita marahan, gak asik banget, katanya. Jangan marahan aja, Kakak Iman kalo lagi bete serem :3

Hari ini Pipu pengen main lagi sama Kakak Iman, katanya, Kakak Iman kapan ke Tasik, main sama Pipu? :"3

My other half.

Senin, 07 November 2011 Label: ,

 
"Kenapa sayang aku?"
"Hmmm, iya gitu aja deh!"
"Jelasin!"
"Ah pokoknya kayak gitu deh!" 

....haruskah ada alasannya, Sayang?

"Ih, padahal banyak yang lebih dari aku."
"Mmm-hm? Masa?"

...yang lebih dari kamu? Mngkin seperti kata kamu, banyak.
Tapi yang kayak kamu? Mana ada.

"Iya, ntar disana kamu bakal ketemu yang lebih dari aku deh. Kamu gak tau aku takut?"
"Pffft, apa siiiih..."

...memangnya kamu kira aku sanggup pergi dan melepaskan kamu?

"...kenapa?"
 ":)"

Because you complete me.
The way you are is completely fine to me.
I'm happy as long as you love me. So please, just stay with me.


If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now, we’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with,
and I wish that you could be the one I die with,
and I pray in you’re the one I build my home with...
I hope I love you all my life...
(Daniel Beddingfield - If You're Not The One)

-

Senin, 24 Oktober 2011 Label: , ,

Ah.
Bukannya aku enggan bicara.
Hanya saja ketika kamu ada...
Kupikir kenapa harus ragu,
ketika kamu sama sekali aman di genggaman tanganku?

#12, Mantan

Label: , ,

Hai, Kamu.
Jangan dulu mengerenyitkan alis matamu ketika membaca tulisan ini.
Coba benarkan dulu posisi kacamata hitammu yang minus tiga perempat itu.
Aku hanya ingin menulis tentang;
andai kamu jadi mantan pacarku nanti.

Andai kamu jadi mantan pacarku nanti,
aku masih akan tetap membangunkanmu setiap pagi.
Andai kamu jadi mantan pacarku nanti,
aku masih akan menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat malam untukmu.
Andai kamu jadi mantan pacarku nanti,
aku masih akan mengajakmu ke tempat-tempat yang mempunyai arti penting untuk kita.
Andai kamu jadi mantan pacarku nanti,
aku masih akan terus membisikkan sayang di telingamu.
Andai kamu jadi mantan pacarku nanti,
aku masih akan terus merengek meminta pundakmu untuk bersandar.

Dan seandainya kamu jadi mantan pacarku nanti,
tentu saja karena kamu bukan lagi jadi pacarku, tapi menjadi seseorang yang sudah memakai cincin yang sama denganku di jari manis kirinya.
Dan seandainya kamu jadi mantan pacarku nanti,
tentu saja kamu bukan lagi pacarku, karena aku juga memiliki nama belakangmu.

Ya, seandainya kamu jadi suamiku nanti,
boleh kan aku tetap seterusnya jatuh mencinta kamu seperti bocah SMA yang baru pertama mencinta? :)

Ini niiiiih...

Sabtu, 22 Oktober 2011 Label: ,


Ini niiiiih....
Iman Muhamad Ramadhan.

'My Chef'-nya aku.
Yang bilang aku Healing Princess-nya dia.
Aymen-nya aku.
Tanggal 3 dan Februari-nya aku.

Ini niiiiih....
The person I love to act stupid with.
Orang paling nyebelin gila.
Yang centil parah demi bikin aku manyun-manyun kesel.
Yang seneng banget gandeng tangan aku kayak lagi bawa monyet.
Yang doyan banget ngetekin aku.
Yang hobi ngupil-ngupil pake jari aku sampe aku ngamuk.
Yang paling seneng nanya, "Kamu pacarnya siapa?"
Yang suka belagak sewot bilang, "Ngapain pegang-pegang?" kalo aku otak-atik tangannya.
Yang suka ngajakin salam jidat.

Ini niiiiih....
Yang pertama deket sama keluarga aku.
Yang pertama masakin aku sesuatu.
Yang pertama aku masakin sesuatu.
Yang pertama ngajak aku surat-suratan via kantor pos.
Yang pertama ngajak aku sepedaan.
Yang pertama ngasih dan aku kasih surprise waktu ulang tahun.
Yang pertama ngajarin aku kalo sayang itu gak bakal kalah sama jarak <3

Ini niiiiih....
Yang jadi alesan kenapa Mama aku sampe pernah bengong nanya, "Teteh ngapain di dapur?!"
Yang pertama Mama aku suruh panggil "Mamih", kayak aku.
Yang pertama sering Mama aku tanyain.
Yang pertama coba masakannya Mama aku.
Yang pertama kayak gini, pokoknya cuma kamu.

Amit-amit kalo harus ada orang lain yang bakal milikin kamu nanti, kecuali aku. :p

Cepet pulang lagi ya, Aymen.
Masih pengen take banyak foto-foto konyol close up :p

#2, Malam Minggu

Senin, 03 Oktober 2011 Label: , ,

"Loh, kamu? Sama siapa kesini?"

Adalah rak buku, jabat tangan kaku, dan senyummu di hari Sabtu.
Jawaban yang langsung membusungkan dirinya sendiri jika kau tanya ingatanku,
apa hal pertama yang aku ingat tentang bagaimana aku jatuh dan mencinta kamu.

 "Oh, enggak. Sama orang tua kok, tuh disana."

Suaramu. Gelak tawamu.
Dan gaya bicara khas kamu yang bahkan temanku bilang lucu.
Jawaban yang langsung melintas jika kau tanya ingatanku,
apa hal yang mampu membuatku tertawa geli sewaktu mengingat kamu.

Malam minggu ketiga di 2011. 
Hai rak buku 'Psikologi', ceritakan pada mereka bagaimana sekumpulan pasukan kupu-kupu tiba-tiba memutuskan untuk berkeliaran di perutku sampai pukul satu malam itu.
Sampai Sabtu berubah menjadi Minggu hanya dalam sekejap waktu.

"Aku senang hari ini, terima kasih."
"Aku pun, terima kasih."
Malam minggu kelima di 2011. 
Jangan tanya aku bagaimana waktu melintas begitu cepat ketika perasaan bertumbuh dengan pesat.

Tanyakan saja pada malam minggu ketiga di 2011. :)

The Matter of Distance.

Rabu, 21 September 2011 Label: , ,

Mengapa aku harus mengenal jarak,
jika yang aku inginkan hanya tetap mengenal kebersamaan kita untuk seterusnya?

Jarak itu hanya sejumlah angka. 
Cuma hal sepele, sesepele kemarahanku yang selalu dengan mudahnya surut,
begitu dihadapkan dengan berbagai perubahan raut mukamu yg lucu.
Jarak itu sebuah permainan.
Ia mengajak kita untuk berteman dengan waktu,
mengadu diri pada rindu,
dan meminta kita untuk melawan sendu.
Dan jarak itu sebenarnya sederhana.
Sesederhana genggaman tanganmu yang kulepas dengan enggan,
setiap kamu mengatakan bahwa kamu harus pulang, kendati tak ingin.

Terkadang jarak berubah menjadi sesuatu yang lucu,
yang mampu mengubah sosok yang selalu tidak membosankan untuk aku tatap, tiba-tiba menjadi gambar yang bergerak patah-patah tidak karuan.
Juga jarak lah yang mampu mengubah suaranya yang khas dan menenangkan, suara tawa konyolnya yang tak urung membuatku ikut tertawa, tiba-tiba menjadi suara robot yang terputus-putus ditambah dengan krasak-krusuk berbagai gaung dari mic dan speaker computer.
Dan betapa rambut dan wajah yang selalu menjadi hal favorit untuk aku elus, tiba-tiba berubah menjadi layar gepeng laptop dan terasa dingin saat disentuh.

Sebenarnya aku tidak asing dengan hal ini. Dulu, sekitarku banyak yang berhadapan dengan jarak. 
Banyak yang menyerah kalah, dan memilih untuk menghentikan langkah. Banyak yang memilih takut mencoba, dan banyak juga yang sudah mencoba, tapi gagal. 

Bukan hal aneh lagi waktu aku sadar kalau terkadang jarak mengapresiasi curiga dan mendepresiasi sayang. Tidak gampang kan buat percaya pada tulisan di layar handphone yang gak jelas gimana nada bicara dan ekspresinya? 

Tapi satu hal.
Jarak tidak pernah memberikan aku alasan untuk mengatakan, "Selamat tinggal." setiap kamu pergi.
Adalah, "Sampai bertemu lagi." yang menjadi penopang. Karena kamu, pasti pulang.


I know we can make this work for us. It's just a matter of time!
Dan jika ternyata sampai hari-hari kemudian aku masih menunggu, itu karena kamu memang pantas ditunggu :)

From @landakgaul's Tumblr

Label: , ,

Ini bukan tulisan aku, tapi aku copy-paste sini aja ya karena pengen si Pacar baca hehehe. Ini sumbernya dari Tumblr @landakgaul, beberapa orang yang follow dia pasti tau ya :D Oke deh Pacar, baca ya! Aku baca ini dan reflek senyum ngebayangin si Pacar, see you soon... :)


"Seseorang yang istimewa bisa menjungkirbalikkan mood-mu dalam sekejap. Dia bisa membuatmu yang sedang dalam suasana hati sumringah menjadi diam dan menekuk muka dalam satu kedipan saja. Sederhananya, ketika dia tersenyum aku semakin tersenyum. Namun ketika dia cemberut, apapun suasana hatiku, spontan wajahku ini menjadi kusut.


Ah, apakah ini sebuah ketergantungan? Kamu selalu membuatku khawatir. Khawatir jika kamu pergi, senyumku ini akan bergantung pada senyum siapa lagi?


Sadarkah kamu pengaruhmu begitu besar buatku? Ketika aku kecewa, sedih, bahkan marah, satu simpul senyummu bisa mengembangkan senyumku yang terkubur dalam tanah hati yang gelap.


Sayang, mudah sekali bagimu melengkungkan garis bibirku ke atas atau ke bawah. Kamu tinggal pilih. Jadi aku mohon, tetaplah tersenyum, untukku, bersamaku.


Walaupun hanya sebuah titik dua dan sebuah kurung tutup :)"






You've been everything to me, IMR.